Themis, Goddess of Justice (Manusia dan Keadilan)

Themis, Goddess of Justice


Themis (bahasa Yunani: Θέμις) dalam mitologi Yunani adalah salah seorang Titan wanita yang memiliki hubungan dekat dengan Zeus. Ia memiliki Anak Horai dan Astraia dari Zeus. Ia juga ada di Delos untuk menyaksikan kelahiran Apollo. Themis berarti Hukum alam. Ia adalah tubuh dari aturan, hukum, dan adat. Saat ia diacuhkan ZeusNemesis menyatakan bahwa Themis sangat marah. Tapi Themis tidaklah seperti itu. Titan berpipi indah ini malah jadi yang pertama menawarkan cangkir pada Hera saat ia kembali ke Olimpus. (Wikipedia)

Pada legenda yunani kuno themis dianggap sebagai dewi keadilan yang coba dihadirkan manusia sebagai pengganti atau wakil tuhan dimuka bumi. Dia adalah sosok dewi yang siap menebas segala ketidakadilan tanpa pandang bulu.

Penganut Neo-Pagan terutama Helenistic Neo-Pagan menganggap themis berperan dalam menentukan kehidupan setelah kematian neraca yang dia bawa digunakan untuk menimbang kebaikan dan keburukan manusia. Themis juga memberikan masukan terakhir sebelum jiwa orang itu ditentukan oleh hades.

Secara umum sang dewi dilambangkan dengan keadaan mata yang tertutup dengan neraca ditangan kiri dan pedang ditangan kanannya. “mata yang tertutup”,”neraca”, dan “pedang” itu memiliki arti keadilan yang ditegakan tanpa pandang bulu dan sama rata pada tiap orang.

Selain itu themis juga sering dilambangkan sedang memegang buku dan menginjak ular jahat dibawah kakinya. Buku yang dipegang berarti kefasihan hokum dan ular jahat berarti kekuatan jahat yang mencoba untuk memutar balikan keadaan.
Read more »

Kegelisahan pada remaja dan cara menanggulanginya (manusia dan kegelisahan)



Kegelisahan adalah ketidaknyamanan terhadah suatu hal yang sedang dipikirkan.Kegelisahan dapat terjadi pada siapapun dan dimanapun. Dan setiap orang pasti pernah merasa gelisah. Kegelisahan merupakan akibat dari kekhawatiran kita (Hakkajiten)

Kegelisahan biasanya dapat diketahui melalui tingkah laku dan mimik wajah seseorang yang sedang mengalami  kegelisahan, contohnya mondar-mandir, tidak bisa diam, wajahnya murung tidak bersemangat. Setiap manusia pasti pernah mengalami kegelisahan terutama remaja, yang disebut remaja adalah manusia yang berusia 13-19 tahun. Pada umumnya remaja yang paling sering mengalami kegelisahan karena pada usia ini mereka masih belum cukup dapat berpikir dewasa dan masih dalam masa mencari jati diri.

Kegelisahan pada remaja umumnya dapat berbentuk keterasingan dan kesepian yang bisa timbul dikarenakan awalnya mereka marasa berbeda dengan orang lain, rendah diri dan bersifat apatis dengan lingkungan lalu setelah merasa diasingkan orang tersebut akan merasakan kesepian di dalam dirinya dan lingkungan sehingga merasa sepia tau kesepian. Bila ini tidak segera diatasi akan berdampak buruk pada diri remaja tersebut. Seperti, para remaja ini memustuskan untuk menyendiri dan tidak berinteraksi kepada orang-orang yang ada di sekelilingnya yang dalam jangka waktu kedepannya akan mengakibatkan para remaja ini menjadi ansos (anti sosial).

Untuk menanggulangi hal-hal tersebut kita harus berpikir positif agar merasa tenang, lalu kita juga harus melakukan intropeksi diri mengapa hal tersebut dapat terjadi dan bagaimana cara kita menyikapinya, lalu kita harus membuka diri agar dapat melihat masalah yang kita hadapi melalui sudut pandang yang berbeda, dan terakhir, kita harus mendiskusikan hal yang kita alami dengan orang yang tepat carilah orang yang mungkin saja punya pendapat dan jalan pikiran yang beda. Perbedaan itu membuat otak berpikir kritis dalam membaca persoalan, sehingga sedikit demi sedikit diperoleh gambaran yang obyektif akan apa yang sebenarnya terjadi. Cara ini membantu menentukan tindakan apa yang sebaiknya dilakukan.
Read more »

Pengaruh kemajuan teknologi terhadap hilangnya tanggung jawab remaja. (Manusia dan Tanggung Jawab)



Tanggung jawab adalah menanggung segala sesuatu sebagai kesadaran dan kewajibannya akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja karena adanya kesadaran atas segala perbuatan dan akibatnya atas kepentingan pihak lain. tanggung jawab timbul karena manusia hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam yang mengharuskan untuk tidak berbuat semaunya agar terciptanya suatu keselarasan,keseimbangan, keserasian antara manusia dengan tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan alam. Setiap orang memiliki tugas dan tanggungjawabnya masing-masing. Sebagai seorang anak kita bertanggung jawab terhadap diri sendiri dengan cara belajar, sekolah yang giat, dan membantu orang tua di rumah.

Seiring dengan berjalannya waktu tanggung jawab remaja dari generasi dulu hingga sekarang menunjukkan adanya penurunan. Dan salah satu faktor penyebabnya adalah Perkembangan teknologi informasi semakin pesat seperti munculnya sosial media dan gadget. Dengan berkembangnya teknologi informasi menghasilkan  dampak positif dan negatif. Contoh dari dampak positifnya adalah dapat menyelesaikan pekerjaan dengan mudah dan secara cepat, dapat berkomunikasi dengan mudah dengan semua orang dll. Sedangkan contoh dampak negatifnya adalah menimbulkan kecanduan bagi pengguna internet yang mengakibatkan hilangnya rasa tanggung jawab pada ramaja. Penggunaan sosial media dan gadget  yang serba instan membuat remaja melupakan hal-hal yang esensial. Mereka dapat dengan mudah mengabaikan pekerjaan rumah atau materi pelajaran yang sulit jika sudah bersentuhan dengan sosial media dan gadget.

Maka dari itu sebagai remaja kita harus bisa membatasi atau mengatur waktu dan jadwal kegiatan menggunakan teknologi. Agar tidak berlebihan dalam penggunaanya. Selain itu kita juga harus sadar akan tanggung jawab yang kita miliki dan menjalankan tugas yang ada dengan sebaik mungkin.
Read more »

Penderitaan dan Cara Menyikapinya (Manusia dan Penderitaan)



Penderitaan atau kesengsaraan dalam erti kata luas bermakna pengalaman afektif kesusahan and keperitan seseorang individu. Penderitaan boleh jadi berbentuk fisikal atau mental. Keamatannya berbeza-beza, daripada ringan hinggalah tidak tertahan. Faktor masa dan kekerapan lazimnya memburukkan lagi keadaan. Selain faktor-faktor ini, sikap seseorang terhadap penderitaanya mungkin mengambil kira aspek berapa banyak kesengsaraan itu, adakah ia boleh dielakkan, kegunaannya dan sama ada ia berpatutan. (Wikipedia)

PENDERITAAN DAN SEBAB-SEBABNYA

Apabila di kelompokan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat di perinci sebagai berikut:

1. ) Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan sekitarnya. Perbuatan buruk manusia terhadap lingkungannya juga menyebabkan penderitaan manusia.

2. ) Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab Tuhan.

Pengaruh  penderitaan yang alami dipengaruhi oleh bagaimana kita menyikapi hal tersebut seperti sikap positif yang meunjukan sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. 

Setiap manusia pasti memiliki masalah atau penderitaan dalam hidupnya.Tidak ada seorangpun yang tidak pernah mengalami masalah atau penderitaan , ada kebahagian dan ada kesedihan. Masalah yang dihadapi setiap manusia itu juga berbeda beda dan cara mereka dalam menghadapi masalah tersebut berbeda–beda,tergantung bagaimana cara kita menyikapinya. Kita harus bisa berjuang mengatasi masalah yang terjadi dan mencoba untuk lebih dekat lagi kepada Tuhan.
Read more »

Dating Violence Pada Remaja (Manusia dan Cinta Kasih)





Dating Violence atau Kekarasan dalam pacaran adalah meliputi segala bentuk kekerasan yang dilakukan oleh pasangan diluar hubungan yang sah. Pada saat ini tidak jarang ditemui kasus kekerasan dalam pacaran yang dilakukan oleh remaja. Kebuntuan dalam bersikap remaja kerap mengakibatkan kekerasan yang dilakukan oleh pasangan.

Sebagaimana definisi kekerasan terhadap perempuan yang dibuat oleh PBB, yaitu: “Tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap perempuan karena asumsi gendernya, yang menyebabkan atau akan menyebabkan penderitaaan secara fisik, seksual atau psikologis bagi perempuan, termasuk ancaman, pemaksaan atau pembatasan kebebasan bergerak, baik yang terjadi di dalam ataupun di luar rumah.” (Declaration on the elimination on violence against woman: passed by UN General Assembly, 1993). Seperti yang ditunjukan dalam video singkat yang mengisahkan seorang Gadis yang bernama Melati yang berkuliah disalah satu Perguruan Tinggi dibilangan Jakarta. Kehidupan Melati yang awalnya biasa saja berubah setelah bertemu dengan Jaka yang kemudian menjadi kekasihnya. 

Pada awal hubungan Jaka sangat baik dan menyayangi melati, namun seiring berjalannya waktu Jaka menjadi posesif, emosional, dan ringan tangan terhadap melati. Mereka jadi sering bertengkar dan pada saat bertengkar Jaka sering kali melakukan kekerasan kepada melati. Jaka melakukan semua itu akibat melihat pertengkaran yang dilakukan oleh kedua orang tuanya. Selain melakukan tindak kekerasan secara fisik jaka juga melakukan pemerasan kepada melati. Awalnya melati mencoba bersabar dan berharap suatu saat jaka akan berubah namun perilaku Jaka terhadap Melati menjadi lebih parah. Dan Melati pun memutuskan untuk berpisah dari Jaka karena sudah tidak tahan dengan perilaku Jaka terhadapnya.

Dari Kisah diatas dapat disimpulkan bahwa Salah satu yang bisa membatasi terjadinya dating violence adalah dengan cara penguatan pengetahuan dan pengamalan Agama. Dengan memiliki pengetahuan Agama yang baik dan iman yang kuat, maka setidaknya remaja dapat mencegah diri dari tindakan yang mendekati pada kerugian, dalam hal ini adalah dating violence itu sendiri. Lalu, kita juga harus terbuka dengan keluarga, sahabat dan juga teman agar kita dapat mendengar saran mereka jika kita mengalami kekerasan dalam pacaran. Selain itu kita juga harus berani menolak dan berkata tidak. Dan jika kesalamatan kita sudah terancam kita harus memberanikan diri untuk melaporkan hal tersebut keada pihak yang berwajib.
Read more »

Awal Kemunculan Gandrung Banyuwangi (Manusia dan Kebudayaan)




Penari Gandrung (Wikipedia)
Kesenian gandrung Banyuwangi muncul bersamaan dengan dibabadnya hutan “Tirtagondo” (Tirta arum) untuk membangun ibu kota Balambangan pengganti Pangpang (Ulu Pangpang) atas prakarsa Mas Alit yang dilantik sebagai bupati pada tanggal 2 Februari 1774 di Ulupangpang Demikian antara lain yang diceritakan oleh para sesepuh Banyuwangi tempo dulu. (Wikipedia) 


Dikisahkan pada jaman dahulu sekitar tahun 1767,terjadilah sebuah perang besar besaran yang melibatkan kompeni Belanda dengan di backup oleh prajurit Mataram dan Madura yang menyerang dan meluluhlantakan Belambangan yang di pimpin oleh magwi. Dari perang yang cukup keji dan sadis tersebut,menyisakan sekitar lima ribuan masyarakan Belambangan dengan beberapa penduduk pribumi. Perang tersebut berakhir pada 11 oktober 1772. Prajurit dan masyarakat pribumi yang tersisa kemudian tercerai berai,berhamburan dan kemudian menungsi di sekitar hutan,gunung atau tempat tempat terpencil lainnya.(Kilas Sumber Ayu) 

 Tarian yang diiringi dengan musik ini dimainkan oleh seorang wanita penari profesional yang menari bersama tamu, terutama pria secara berpasangan. Iringan musik tadi  merupakan khas perpaduan budaya Jawa dan Bali. Sementara peralatan musik pengiringnya terdiri dari gong, kluncing, biola, kendhang, dan sepasang kethuk. Kadang-kadang diselingi dengan saron Bali, angklung, atau rebana sebagai bentuk kreasi dan diiringi electone.Gandrung sering dipentaskan pada berbagai acara, seperti perkawinan, pethik laut, khitanan, tujuh belasan dan acara-acara resmi maupun tak resmi lainnya, baik di Banyuwangi maupun wilayah lainnya. Menurut kebiasaan, pertunjukan lengkapnya dimulai sejak sekitar pukul 21.00 dan berakhir hingga menjelang subuh. Pertama kalinya yang melakukan tarian gandrung adalah para lelaki, yang didandani seperti perempuan. Instrumen utama yang mengiringi tarian gandrung ini adalah kendang. Saat itu, biola telah digunakan. Gandrung laki-laki ini lambat laun lenyap dari Banyuwangi sekitar tahun 1890-an. Diduga lenyap karena ajaran Islam melarang lelaki berdandan seperti perempuan. Sebenarnya, tari gandrung laki-laki benar-benar lenyap tahun 1914, setelah kematian penari terakhirnya, yakni Marsan. (Kebudayaan Indonesia)

Nilai-nilai yang terkandung dalam sejarah kesenian gandrung antara lain:


  • Manusia dan Kebudayaan

Kegiatan yang berlangsung secara terus menerus dari zaman dahulu hingga saat ini. Seperti tarian Gandrung yang masih dilakukan hingga saat ini semenjak tahun 1772

  • Manusia dan Penderitaan

Kesenian ini muncul bersamaan dengan dibabadnya hutan “Tirtagondo” untuk membangun ibu kota Balambangan pengganti Pangpang yang diporak porandakan oleh kaum kompeni belanda
Read more »
Powered by Blogger.

Total Pageviews

Followers